Panduan Menyewa Ruang Kantor di Jepang untuk Bisnis di Tahun 2026
Konten artikel
- 1. Mengapa perusahaan harus menyewa ruang kantor di Jepang?
- 2. Empat tipe ruang kantor yang disewakan di Jepang yang cocok untuk bisnis asing.
- 3. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat menyewa ruang kantor untuk bisnis yang beroperasi di sektor jasa profesional.
- 4. Persyaratan hukum terkait ruang kantor saat mendirikan perusahaan dan mengajukan Visa Manajer Bisnis di Jepang (Diperbarui 2026)
- 5. Biaya sewa kantor di Jepang
- 6. Biaya lain yang perlu dipertimbangkan selain sewa kantor di Jepang.
- 7. Bagaimana GLA mendukung bisnis dalam menyewa ruang kantor di Jepang?
- 8. Pertanyaan yang sering diajukan saat menyewa ruang kantor di Jepang?
Menyewa ruang kantor di Jepang bukan hanya tentang mencari tempat untuk bekerja; hal ini juga memengaruhi kemampuan Anda untuk mendaftarkan bisnis, membuka rekening bank, membangun reputasi merek, dan mengoptimalkan biaya operasional.
Namun, tidak semua bisnis asing perlu menyewa ruang kantor tradisional.
Tergantung pada ukuran, anggaran, dan tujuan bisnis mereka, perusahaan dapat secara fleksibel memilih antara kantor virtual, ruang kerja bersama (coworking space), kantor berlayanan (serviced office), atau kantor tradisional.
Dalam artikel ini, GLA akan menganalisis empat jenis sewa kantor yang umum di Jepang untuk membantu perusahaan asing memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis, pertimbangan penting sebelum menandatangani kontrak, dan memilih solusi yang paling sesuai saat memperluas operasi di pasar Jepang.
1. Mengapa perusahaan harus menyewa ruang kantor di Jepang?
Perusahaan-perusahaan sebaiknya menyewa ruang kantor di Jepang karena ini bukan hanya tempat kerja, tetapi juga syarat penting untuk... thành lập công tyIni termasuk membantu pengurusan Visa Manajer Bisnis, membangun kredibilitas dengan mitra, dan menciptakan fondasi untuk ekspansi bisnis.
Jepang adalah ekonomi terbesar keempat di dunia dengan PDB sekitar US$4,38 triliun (2026) dan lebih dari 126 juta konsumen dengan daya beli tinggi.
Berkat lingkungan bisnisnya yang stabil, infrastruktur modern, dan jaringan konektivitas internasional, Jepang terus menjadi tujuan yang menarik bagi bisnis asing yang ingin memperluas operasinya di Asia.

Ukuran PDB Jepang pada tahun 2026 (Sumber: Worldomet adalah)
Untuk memanfaatkan peluang di pasar ini, banyak bisnis memilih untuk thành lập công ty atau memperluas kehadiran mereka di Jepang.
Dalam konteks ini, menyewa ruang kantor yang sesuai tidak hanya memenuhi persyaratan hukum tetapi juga berkontribusi pada peningkatan citra merek, membangun kepercayaan dengan pelanggan dan mitra, serta mendukung operasional bisnis jangka panjang.
Berikut beberapa alasan mengapa banyak perusahaan asing memilih untuk menyewa ruang kantor di Jepang.
| Jawabannya | Signifikansi bagi Bisnis |
| Penuhi persyaratannya ketika mendirikan perusahaan di Jepang |
Perusahaan-perusahaan sebaiknya merujuk pada artikel ini: Buka kantor cabang di Jepang. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang persyaratan dan prosedur pendirian perusahaan di Jepang. |
| Bantuan dalam proses pengajuan Visa Manajer Bisnis. |
|
| Tingkatkan reputasi Anda di mata pelanggan dan mitra. |
|
| Praktis untuk kegiatan operasional dan perekrutan personel. |
|
2. Empat tipe ruang kantor yang disewakan di Jepang yang cocok untuk bisnis asing.
Sebelum memilih ruang kantor, bisnis harus mendefinisikan dengan jelas hal-hal berikut:
- Apakah perusahaan tersebut sudah mendirikan badan hukum di Jepang?
- Apakah alamat kantor perlu memenuhi persyaratan pendaftaran usaha?
- Apakah bisnis tersebut perlu menerima klien secara teratur, atau hanya membutuhkan alamat bisnis?
- Berapa jumlah karyawan perusahaan yang bekerja di Jepang?
- Apakah Anda perlu menggunakan ruang rapat, layanan resepsionis, atau layanan penerimaan dan penerusan surat?
- Apakah bisnis tersebut memerlukan ruang kantor fisik sesuai dengan peraturan hukum atau persyaratan perizinan?
- Berapakah anggaran bulanan untuk sewa kantor dan biaya operasional?
Setelah mengidentifikasi kebutuhan mereka dengan jelas, bisnis dapat memilih salah satu dari empat jenis kantor umum di Jepang: Kantor Tradisional, Kantor Berlayanan, Kantor Virtual, dan Ruang Kerja Bersama (Coworking Space).
Berikut adalah tabel perbandingan kriteria utama untuk empat jenis kantor untuk membantu bisnis memilih opsi yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka.
| Tiêu chi | Kantor tradisional | Kantor Layanan | Kantor virtual | Ruang Rekan Kerja |
| Ruang kerja | Kantor pribadi | Ruang kantor pribadi, dilengkapi perabot lengkap. | Tidak ada ruang kerja tetap. | Ruang kerja bersama atau kantor pribadi (tergantung paket yang dipilih) |
| Biaya awal | Cao | medium | Pendek | Pendek |
| Daftarkan alamat perusahaan Anda. | Ada | Biasanya diperbolehkan | Tergantung pada pemasok dan tujuan penggunaannya. | Tergantung pada pemasoknya |
| Cocok untuk Visa Manajer Bisnis | Ada | Ya (jika Anda memiliki kantor pribadi yang memenuhi persyaratan) | Khong | Khong |
| Subjek yang cocok | Perusahaan-perusahaan yang sudah lama berdiri dengan jumlah karyawan yang besar. Sebagai contoh: Restoran, kafeSpa, salon kuku, klinik, kantor hukum, perusahaan real estat, ruang pamer, pusat pelatihan, dll. | Bisnis yang baru didirikan, kantor perwakilan, perusahaan asing Contoh: Perusahaan konsultan, perusahaan perdagangan, perusahaan TI, perusahaan impor/ekspor, perusahaan fintech, perusahaan yang membuka cabang di Jepang. | Perusahaan rintisan, pekerja lepas, dan perusahaan riset pasar. Contohnya meliputi: agensi pemasaran, perusahaan perangkat lunak, firma desain, perusahaan media, firma konsultan, dan penyedia layanan online. | Perusahaan rintisan, tim proyek, dan bisnis membutuhkan lingkungan kerja yang fleksibel. Contoh: Perusahaan asing dengan operasi bisnis internasional, perusahaan e-commerce, Amazon Jepang, Rakuten, bisnis B2B, dan perusahaan yang melakukan riset pasar di Jepang. |
1. Kantor Tradisional
Kantor tradisional adalah jenis bisnis di mana sebuah perusahaan menyewa ruang kantor pribadi di gedung komersial berdasarkan kontrak jangka menengah atau panjang.
Saat menyewa kantor tradisional, bisnis memiliki ruang kerja independen dan dapat mengatur furnitur serta area kerja sesuai kebutuhan mereka.
Namun, semua kegiatan renovasi, pembangunan, atau modifikasi struktural harus mematuhi peraturan pemilik bangunan dan hukum Jepang.
| Tidak ada kotoran | Detail |
| Keuntungan |
|
| Membatasi | Biaya sewa, uang jaminan, dan penyelesaian interior kantor relatif tinggi. Sebagian besar perjanjian sewa mengharuskan tempat usaha dikembalikan ke kondisi semula (Genjō Kaifuku) setelah kontrak berakhir, yang mengakibatkan biaya tambahan bagi bisnis yang menanggung biaya pembongkaran dan restorasi. Segala perubahan pada denah lantai atau pemasangan partisi harus mematuhi peraturan keselamatan kebakaran dan aturan manajemen bangunan yang ketat. |
| Cocok | Perusahaan ini sudah mapan, memiliki rencana pertumbuhan jangka panjang di Jepang, membutuhkan ruang kerja pribadi, dan memiliki sumber daya yang cukup untuk menutupi biaya sewa, operasional, dan pengelolaan gedung. |
Sebelum menandatangani perjanjian sewa kantor tradisional di Jepang, perusahaan harus dengan cermat meninjau syarat dan ketentuan yang terkait dengan:
- Biaya mengembalikannya ke keadaan semula (Genjō Kaifuku).
- Peraturan mengenai renovasi dan pembangunan kantor.
- Persyaratan keselamatan kebakaran.
- Biaya yang dikeluarkan selama periode sewa.
- Ketentuan untuk penghentian, perpanjangan, dan kewajiban berdasarkan kontrak.
Perusahaan harus meminta pemilik gedung atau tuan tanah untuk menyediakan semua dokumen, penawaran harga, dan peraturan yang relevan agar dapat secara proaktif menilai total biaya investasi dan menghindari pengeluaran tak terduga selama operasional atau di akhir perjanjian sewa.
2. Kantor Virtual
Di Jepang, kantor virtual bukanlah ruang kantor fisik, melainkan sebuah layanan yang menyediakan alamat bisnis beserta fasilitas pendukung seperti penerimaan surat, penerusan paket, dan layanan tambahan lainnya sesuai kebutuhan.
Pada dasarnya, sebuah bisnis tidak menyewa tempat kerja tetap tetapi menggunakan alamat yang disediakan untuk transaksi, menerima surat, dan dalam beberapa kasus, dapat mendaftarkan bisnisnya sesuai dengan syarat dan ketentuan penyedia.
Layanan yang biasanya termasuk dalam paket kantor virtual:
- Berikan alamat bisnis: Berikan alamat fisik yang diakui untuk pendaftaran perusahaan di Biro Urusan Hukum Jepang jika semua persyaratan penggunaan alamat terpenuhi.
- Penerimaan surat dan paket: Penyedia layanan menerima surat, dokumen, atau paket yang dikirim ke alamat kantor virtual atas nama bisnis tersebut.
- Penerusan surat: Membantu mengirim ulang surat dan dokumen ke alamat fisik perusahaan atau alamat yang ditentukan.
Namun, kantor virtual tidak termasuk ruang kerja fisik tetap, kecuali jika bisnis tersebut berlangganan layanan tambahan.
Ini adalah solusi hemat biaya yang cocok untuk perusahaan rintisan, usaha kecil dan menengah (UKM), pekerja lepas, atau perusahaan asing yang sedang menjajaki pasar Jepang sebelum berinvestasi dalam kantor fisik.
Catatan penting: Jika perusahaan Anda berencana mengajukan Visa Manajer Bisnis, kantor virtual tidak akan memenuhi persyaratan Biro Imigrasi Jepang (ISA).
Menurut peraturan ISA, pemohon visa harus menunjukkan bahwa bisnis tersebut memiliki lokasi bisnis independen dengan ruang kerja fisik yang terpisah dari tempat tinggal dan sesuai dengan skala operasi.
Oleh karena itu, dalam kasus ini, bisnis sebaiknya memilih Kantor Tradisional atau Kantor Berlayanan dengan ruang kerja independen sejak awal untuk menghindari biaya dan waktu yang dikeluarkan untuk beralih jenis kantor di tengah proses permohonan visa.
3. Kantor Berlayanan
Kantor layanan lengkap adalah jenis ruang kantor pribadi yang dilengkapi sepenuhnya dengan fasilitas dan layanan pendukung, memungkinkan bisnis untuk langsung menggunakan kantor tanpa investasi lebih lanjut dalam furnitur atau infrastruktur kantor.
Ini adalah pilihan yang tepat untuk bisnis asing yang ingin:
- Mendirikan perusahaan atau membuka kantor perwakilan.
- Meluncurkan bisnis dalam waktu singkat.
Dibandingkan dengan kantor tradisional, kantor berlayanan membantu bisnis mempersingkat waktu persiapan dan secara signifikan mengurangi biaya investasi awal.
Namun, sebelum memilih kantor layanan di Jepang, Anda perlu mempertimbangkan hal-hal berikut:
- Periksa apakah alamat kantor tersebut diizinkan untuk digunakan dalam pendaftaran perusahaan.
- Pastikan kantor tersebut memenuhi persyaratan lokasi bisnis jika bisnis tersebut bermaksud mengajukan Visa Manajer Bisnis.
- Jelaskan layanan apa saja yang termasuk dalam biaya sewa dan biaya tambahan lainnya seperti penggunaan ruang rapat, parkir, pencetakan, atau kerja lembur.
- Tinjau kembali jangka waktu sewa, ketentuan perpanjangan, penghentian kontrak, dan biaya terkait.
4. Ruang Kerja Bersama (Coworking Space)
Ruang kerja bersama (coworking space) adalah model kantor bersama di mana beberapa individu/bisnis berbagi ruang kerja dengan fasilitas umum seperti meja, akses internet, ruang rapat, printer, area resepsionis, dan dapur kecil.
Ini adalah pilihan populer bagi perusahaan rintisan, pekerja lepas, dan bisnis asing yang ingin dengan cepat membangun kehadiran di Jepang dengan biaya yang wajar.
Jenis-jenis tempat duduk umum di Ruang Kerja Bersama (Coworking Space):
- Pengaturan tempat duduk fleksibel (Hot Desk): Anda dapat memilih kursi kosong mana pun di ruang kerja bersama.
- Meja Kerja Khusus: Mereka menggunakan meja tetap, yang seringkali dilengkapi dengan loker pribadi untuk menyimpan dokumen dan peralatan.
- Bilik Telepon atau Bilik Fokus: Ruang kedap suara untuk rapat daring, panggilan telepon, atau pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi.
3. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat menyewa ruang kantor untuk bisnis yang beroperasi di sektor jasa profesional.
Tidak semua jenis kantor memenuhi persyaratan operasional industri jasa profesional. Untuk bidang-bidang seperti:
- Kantor hukum, firma hukum.
- Firma konsultan pajak dan akuntansi.
- Perusahaan pialang properti.
- Klinik, praktik dokter gigi, dan fasilitas medis lainnya.
- Profesi tertentu memerlukan lisensi profesional atau izin usaha khusus.
Perusahaan perlu memeriksa dengan cermat persyaratan dari otoritas perizinan sebelum memilih kantor.
Tergantung pada industrinya, otoritas pengatur dapat mewajibkan bisnis untuk:
- Kami memiliki kantor fisik di Jepang.
- Ini adalah ruang kerja pribadi, tidak digunakan bersama dengan bisnis lain.
- Papan nama perusahaan terpasang di lokasi terdaftar.
- Memenuhi persyaratan terkait area, fasilitas, atau kondisi penerimaan pelanggan sebagaimana yang ditetapkan oleh masing-masing industri.
Oleh karena itu, kantor virtual atau ruang kerja bersama mungkin tidak memenuhi persyaratan perizinan untuk industri tertentu.
Sebelum menandatangani perjanjian sewa kantor, perusahaan harus memverifikasi persyaratan hukum yang berlaku untuk sektor bisnis mereka guna menghindari dampak apa pun pada proses pendaftaran atau perizinan usaha.
4. Persyaratan hukum terkait ruang kantor saat mendirikan perusahaan dan mengajukan Visa Manajer Bisnis di Jepang (Diperbarui 2026)
Kantor bukan sekadar tempat kerja; kantor merupakan salah satu persyaratan hukum wajib yang menentukan apakah permohonan pendaftaran perusahaan dan permohonan Visa Manajer Bisnis akan disetujui.
Mulai tanggal 16/10/2025, Biro Imigrasi Jepang (ISA) Standar terkait perkantoran telah diperketat secara resmi, sehingga banyak model yang sebelumnya diterima (seperti kantor virtual dan ruang kerja bersama dengan alamat bebas) menjadi tidak sesuai.
Perusahaan perlu menyadari perubahan-perubahan ini sebelum merencanakan penyewaan ruang kantor pada tahun 2026.
1. Peraturan sebelum dan sesudah reformasi (16 Oktober 2025)
Theo Pengumuman resmi mengenai revisi peraturan provinsi tentang status kependudukan "Bisnis - Manajemen". Di bawah ISA, standar untuk modal, personel, dan ruang kantor telah berubah secara signifikan:
| Tiêu chi | Sebelum tanggal 16 Oktober 2025 | Mulai 16 Januari 10 |
| Modal terdaftar minimum | 5.000.000 JPY | 30.000.000 JPY |
| Permohonan untuk staf tetap | Tidak wajib (jika dana mencukupi) | Diperlukan minimal 1 karyawan penuh waktu. |
| Kantor virtual / Coworking dengan alamat bebas | Beberapa kasus masih dalam proses peninjauan. | Tidak diterima |
| kantor pusat | Setiap kasus dapat ditinjau secara individual. | Pada prinsipnya, hal itu tidak dapat diterima. |
| Mengevaluasi profil bisnis | Penilaian ahli tidak wajib. | Diperlukan evaluasi ahli (akuntan bersertifikat, konsultan pajak, dll.). |
Dua perubahan yang secara langsung memengaruhi pemilihan kantor adalah:
- Meningkatkan persyaratan modal investasi hingga enam kali lipat;
- Perekrutan karyawan penuh waktu bersifat wajib.
Perubahan ini berarti bahwa bisnis tidak hanya membutuhkan alamat bisnis terdaftar, tetapi juga kantor yang memenuhi kebutuhan operasional aktual mereka, dengan ruang dan fasilitas yang sesuai untuk mengatur ruang kerja bagi manajer dan karyawan.
2. Mengapa kantor virtual dan ruang kerja bersama dengan alamat bebas tidak lagi diterima?
Sesuai dengan instruksi Klarifikasi standar status kependudukan untuk pengusaha asing. Menurut ISA, bisnis yang mengajukan Visa Manajer Bisnis harus menunjukkan bahwa bisnis dan manajemen Hal ini dilakukan secara nyata, melalui lokasi bisnis fisik (事業所の確保・存在), dan tidak hanya di atas kertas.
Kantor virtual dan ruang kerja bersama (coworking space) dengan alamat bebas (tanpa ruang pribadi tetap) tidak memenuhi persyaratan ini karena dua alasan:
- Tidak ada ruang kerja fisik tetap.Kantor virtual hanya menyediakan alamat untuk menerima surat; kantor virtual tidak memiliki tempat kerja fisik yang dapat diverifikasi oleh pihak berwenang untuk menjalankan operasional bisnis.
- Tidak ada jaminan penggunaan eksklusif.Dengan konsep coworking tanpa alamat tetap, bisnis tidak memiliki ruang kerja tetap yang terpisah, sementara mulai 16 Oktober 2025, kantor tersebut juga harus memiliki ruang yang cukup untuk menampung setidaknya satu karyawan penuh waktu, sesuatu yang tidak dapat disediakan oleh model tempat duduk fleksibel (Hot Desk).
Oleh karena itu, jika sebuah bisnis berencana untuk mengajukan Visa Manajer Bisnis, bisnis tersebut harus mengesampingkan kedua model ini sejak awal, dan memilih kantor berlayanan atau kantor tradisional dengan ruang kerja independen sebagai gantinya.
3. Mengapa bekerja dari rumah (home office) tidak lagi diterima?
Pada prinsipnya, ISA mengatur penggunaan tempat tinggal pribadi sebagai tempat usaha. Tidak diterimaBaik sebelum maupun sesudah reformasi tahun 2025. Alasan utamanya:
- Sulit untuk memisahkan kehidupan pribadi dari aktivitas bisnis.Pihak berwenang kesulitan memverifikasi apakah alamat tersebut benar-benar digunakan untuk kegiatan bisnis atau hanya didaftarkan untuk melegitimasi permohonan visa.
- Gagal memenuhi standar skala bisnis yang sesuai.Dengan persyaratan baru untuk karyawan penuh waktu dan modal terdaftar minimum sebesar 30 juta yen, sebuah apartemen atau rumah biasa akan kesulitan untuk menunjukkan kapasitas operasional yang memadai untuk skala bisnis yang dibutuhkan.
Pengecualian langka mungkin dipertimbangkan jika properti tersebut memiliki area yang sepenuhnya terpisah khusus untuk penggunaan bisnis (misalnya, dengan pintu masuk terpisah, ruang yang sepenuhnya independen dari tempat tinggal), tetapi dalam praktiknya sangat sedikit permohonan seperti itu yang disetujui, sehingga bisnis sebaiknya tidak mengandalkan opsi ini.
4. Ruang kantor independen, terpisah dari tempat tinggal, dan ruang yang cukup untuk karyawan.
Berdasarkan peraturan di atas, sebuah kantor yang memenuhi persyaratan untuk mendaftarkan perusahaan dan mengajukan Visa Manajer Bisnis pada tahun 2026 harus secara bersamaan memenuhi kriteria berikut:
- Terdapat alamat yang sah untuk pendaftaran di Departemen Kehakiman.: Memenuhi persyaratan untuk mendaftarkan alamat terdaftar perusahaan (本店所在地) sesuai dengan prosedur yang berlaku Pendaftaran komersial - badan hukum di Biro Urusan Hukum Jepang.
- Ruang kerja terpisah dengan batasan yang jelas.Terpisah dari ruang tempat tinggal pribadi atau ruang bersama dengan bisnis lain.
- Digunakan terus-menerus dan dalam jangka waktu yang lama.Ini tidak berarti ruang rapat disewa per jam atau untuk penggunaan jangka pendek.
- Ruang yang cukup untuk menampung seorang manajer dan setidaknya satu karyawan tetap.: Memenuhi persyaratan perekrutan wajib berdasarkan peraturan baru.
- Hal ini dapat dibuktikan dengan perjanjian sewa yang sah.Terdaftar atas nama perusahaan (bukan perorangan), dengan menyatakan secara jelas tujuan penggunaan sebagai kantor bisnis.
Dengan standar-standar ini, Kantor tradisional VA Kantor layanan tersebut memiliki ruangan pribadi. Ini adalah dua opsi paling sesuai untuk bisnis yang berencana mengajukan Visa Manajer Bisnis.
5. Biaya sewa kantor di Jepang
Biaya sewa kantor di Jepang sangat bervariasi tergantung pada model kantor, lokasi geografis, luas area yang dapat digunakan, dan fasilitas yang disertakan.
Di kota-kota besar seperti Tokyo, Osaka, atau Yokohama, biaya biasanya lebih tinggi karena tingginya permintaan ruang kantor, terutama di distrik bisnis utama seperti Marunouchi, Shinjuku, Shibuya, Minato, atau Chiyoda.
Untuk memudahkan perbandingan, berikut tabel perkiraan biaya untuk berbagai jenis kantor di Jepang:
| Jenis kantor | Biaya referensi |
| Kantor Tradisional |
Sumber: Kantor Navi Tokyo |
| Kantor Virtual |
Sumber: Kantor GMO Ikebukuro |
| Kantor Berlayanan |
Sumber: SmartStart Jepang |
| Ruang Kerja Bersama |
Sumber: Kantor Lintas Negara Jepang |
Catatan penting:
Biaya di atas hanya sebagai referensi dan dapat bervariasi tergantung pada waktu, wilayah, dan pemasok.
Saat membuat anggaran untuk ruang kantor di Jepang, perusahaan Anda perlu mempertimbangkan total biaya kepemilikan, termasuk sewa, biaya manajemen, biaya penyiapan awal, dan kewajiban setelah berakhirnya kontrak, terutama untuk kantor tradisional.
6. Biaya lain yang perlu dipertimbangkan selain sewa kantor di Jepang.
Saat merencanakan anggaran untuk sewa kantor di Jepang, bisnis perlu mempertimbangkan tidak hanya sewa bulanan tetapi juga biaya tak terduga sepanjang siklus kontrak, mulai dari tahap penandatanganan dan operasional hingga akhir masa sewa.
Pengeluaran utama yang perlu dianggarkan meliputi:
- Perkiraan uang muka dan biaya awal: Periksa uang jaminan (Shikikin), biaya perantara, biaya pengaturan kontrak, dan pembayaran lain yang diperlukan sebelum mengambil alih kantor. Uang jaminan biasanya berkisar antara 4–10 bulan sewa untuk kantor berukuran kecil hingga menengah, atau 6–15 bulan sewa untuk kantor berukuran menengah hingga besar.
- Periksa biaya pengelolaan dan biaya layanan: Identifikasi biaya pengelolaan gedung, biaya perawatan, biaya kebersihan, biaya penggunaan area umum, dan biaya utilitas selama masa sewa.
- Hitung biaya desain, konstruksi, dan perabotan interior: Untuk kantor tradisional, bisnis perlu menganggarkan biaya untuk tata letak ruang kerja, pemasangan peralatan, dan persyaratan teknis sebagaimana yang ditetapkan oleh gedung tersebut.
- Siapkan biaya pengembalian properti apa adanya (Genjō Kaifuku): Verifikasi kewajiban untuk mengembalikan tempat usaha ke kondisi semula setelah kontrak berakhir, termasuk biaya pembongkaran furnitur, partisi, atau renovasi yang telah selesai dilakukan.
- Konfirmasikan biaya yang terkait dengan perpanjangan atau pengakhiran kontrak: Jelaskan secara rinci syarat dan ketentuan perpanjangan, biaya perpanjangan, jangka waktu pemberitahuan, dan kewajiban keuangan saat kembali menjabat.
- Periksa jumlah uang untuk hadiah Tahun Baru (Reikin - 礼金): Pastikan apakah biaya ini termasuk dalam kontrak. Ini adalah pembayaran yang dilakukan kepada pemilik rumah saat menandatangani perjanjian sewa dan biasanya tidak dapat dikembalikan setelah kontrak berakhir.

Jelaskan prinsip mengembalikan properti ke keadaan semula (Genjō Kaifuku) dalam panduan penyewaan. MLIT Jepang
7. Bagaimana GLA mendukung bisnis dalam menyewa ruang kantor di Jepang?
Memilih kantor di Jepang tidak hanya melibatkan biaya sewa, tetapi juga berdampak pada kemampuan untuk mendaftarkan bisnis, mengajukan Visa Manajer Bisnis, membuka rekening bank, dan beroperasi dalam jangka panjang.
GLA membantu bisnis asing dalam menemukan solusi perkantoran yang sesuai dengan tujuan bisnis, anggaran, dan persyaratan hukum mereka di Jepang.
- Lakukan survei mengenai kebutuhan, industri, dan anggaran sewa kantor dari berbagai bisnis.
- Kami memberikan saran mengenai jenis kantor yang paling sesuai dengan tujuan bisnis Anda, seperti kantor tradisional, kantor berlayanan, atau ruang kerja bersama (co-working space).
- Cari dan pilih kantor di Jepang yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.
- Membantu bisnis dalam negosiasi dan penandatanganan perjanjian sewa kantor.
- Kami menyediakan dukungan untuk pengalihan kantor dan menghubungkan bisnis dengan layanan yang diperlukan untuk mempercepat pendirian operasional di Jepang.
8. Pertanyaan yang sering diajukan saat menyewa ruang kantor di Jepang?
1. Apakah Kantor Imigrasi (Home Office) memenuhi persyaratan untuk mengajukan Visa Manajer Bisnis di Jepang?
Badan Manajemen Imigrasi dan Kependudukan Jepang (ISA) telah menyatakan bahwa penggunaan tempat tinggal pribadi (Kantor Rumah) sebagai lokasi bisnis pada prinsipnya tidak diperbolehkan.
Sesuai dengan peraturan ISA, bisnis yang ingin mengajukan Visa Manajer Bisnis harus memiliki lokasi bisnis independen yang sesuai dengan ukuran dan operasi aktual mereka.
Jika suatu bisnis berencana mengajukan Visa Manajer Bisnis, bisnis tersebut harus memilih Kantor Tradisional atau Kantor Berlayanan dengan ruang kantor terpisah untuk memenuhi persyaratan tempat usaha dan meminimalkan risiko selama proses aplikasi.

Peraturan ISA tentang pembentukan usaha (Sumber: ISA)
2. Apakah perusahaan yang seluruh karyawannya bekerja jarak jauh perlu menyewa kantor fisik di Jepang?
Jika bisnis Anda beroperasi dari jarak jauh dan belum perlu mengajukan Visa Manajer Bisnis atau melalui prosedur yang membutuhkan lokasi bisnis fisik, menyewa kantor fisik tidak diperlukan pada tahap awal.
Namun, jika bisnis tersebut berencana untuk mendirikan perusahaan, mengajukan Visa Manajer Bisnis, membuka rekening bank perusahaan, atau melakukan kegiatan bisnis yang memerlukan demonstrasi kehadiran di Jepang, memiliki kantor yang sesuai akan sangat penting.
Perusahaan juga perlu memperhatikan model-model seperti:
- Kantor Virtual;
- Tempat duduk di ruang kerja bersama (coworking space);
- Alamat ini hanya untuk keperluan pendaftaran perusahaan.
Model-model ini seringkali tidak memenuhi persyaratan lokasi bisnis independen untuk permohonan Visa Manajer Bisnis.
3. Apakah wajib menyewa perusahaan penjamin saat menyewa ruang kantor di Jepang?
Perusahaan Penjamin Perusahaan penjamin adalah perusahaan yang berkewajiban untuk memenuhi kewajiban keuangan penyewa kepada pemilik bangunan, termasuk sewa dan kewajiban kontraktual lainnya.
Tidak setiap kasus memerlukan perusahaan penjamin. Namun, banyak pemilik bangunan di Jepang mensyaratkan bisnis, terutama bisnis asing atau bisnis yang baru didirikan, untuk memiliki perusahaan penjamin guna menjamin pembayaran sewa dan kewajiban kontraktual lainnya.
Jika pemilik gedung tidak mensyaratkan perusahaan penjamin, bisnis tersebut mungkin diharuskan menggunakan penjamin pribadi atau memenuhi persyaratan lain sesuai dengan kebijakan pemilik gedung.
4. Apakah menyewa kantor virtual legal di Jepang?
Menyewa kantor virtual adalah praktik yang legal di Jepang dan sering dipilih oleh bisnis asing ketika:
- Daftarkan informasi kontak Anda dan terima surat;
- Saat ini tidak ada kebutuhan mendesak akan ruang kantor.
- Kami ingin mengoptimalkan biaya selama fase operasi awal;
- Bangun citra perusahaan yang kuat dengan menempatkan alamat bisnis Anda di lokasi yang strategis.
Namun, kantor virtual tidak selalu cocok untuk setiap keperluan.
Bagi bisnis yang berencana mengajukan Visa Manajer Bisnis atau perlu menunjukkan lokasi bisnis fisik, kehadiran, dan operasional bisnis di Jepang untuk prosedur atau transaksi administratif tertentu, kantor virtual seringkali gagal memenuhi persyaratan karena kurangnya ruang kerja independen dan tempat usaha fisik.
5. Dapatkah perusahaan melaksanakan penyerahan lahan (Genjikaifuku) sendiri?
Hal itu mungkin saja, tetapi bergantung pada perjanjian sewa. Jika perjanjian tersebut menetapkan bahwa pengembalian tempat usaha harus dilakukan oleh pemilik gedung atau unit yang ditunjuk oleh pemilik gedung, maka bisnis tersebut harus mematuhi ketentuan ini.
Kecuali ditentukan lain dalam kontrak, bisnis tersebut dapat melakukan restorasi sendiri atau menyewa pihak lain, tetapi harus mendapatkan persetujuan dari pemilik properti dan memastikan bahwa properti tersebut dikembalikan ke kondisi yang dipersyaratkan dalam kontrak.
- Jepang memiliki empat jenis kantor yang umum: Kantor Tradisional, Kantor Berlayanan, Ruang Kerja Bersama (Coworking Space), dan Kantor Virtual. Setiap jenis sesuai dengan kebutuhan dan tujuan bisnis yang berbeda.
- Untuk Visa Manajer Bisnis, perusahaan perlu memilih lokasi bisnis dengan ruang kerja fisik dan independen yang memenuhi persyaratan ISA.
- Biaya sewa kantor tidak hanya mencakup sewa bulanan tetapi juga biaya-biaya seperti uang jaminan (Shikikin), uang kunci (Reikin), biaya perantara, biaya jaminan, dan biaya pengembalian tempat usaha (Genjikaifuku).
- Sebelum menandatangani perjanjian sewa, bisnis harus mempertimbangkan dengan cermat jangka waktu sewa, kondisi perpanjangan, dan kewajiban terkait pengembalian tempat usaha (Genjikaifuku), dan lain sebagainya.
Artikel ini diterbitkan oleh GLA pada 06 Agustus 08. Hak cipta dan konten yang menyertainya adalah kekayaan intelektual GLA. Semua hak dilindungi undang-undang.
Informasi dan panduan ini hanya untuk tujuan informasi umum dan bukan dimaksudkan sebagai nasihat khusus tentang akuntansi, pajak, hukum, atau masalah profesional lainnya. Peraturan hukum dapat berubah dan penerapannya dapat bervariasi tergantung pada keadaan spesifik; oleh karena itu, GLA merekomendasikan agar individu dan bisnis berkonsultasi dengan para profesional sebelum mengambil keputusan apa pun. GLA tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul dari penggunaan konten ini tanpa nasihat profesional yang tepat.