Halaman panduan khusus untuk semua bisnis, memberikan informasi berguna tentang investasi internasional dan mendirikan perusahaan di luar negeri.
logo

Proses langkah demi langkah untuk membuka perusahaan perjalanan di Thailand 2026 (AZ)

folder Google Ikuti GLA di atas Google News
Daftar untuk melihat berita Kirim
folder Google Ikuti GLA di atas Google News

Perkembangan industri pariwisata yang pesat dan kebijakan investasi asing yang terbuka telah mengubah Thailand menjadi pasar yang menarik bagi para pelaku bisnis yang ingin memperluas operasi di bidang perjalanan, perhotelan, dan jasa pariwisata.

Banyak bisnis Vietnam yang saat ini mengoperasikan tur ke Thailand atau memiliki jumlah pelanggan tetap dari Vietnam ke Thailand, tetapi menghadapi kesulitan dalam mengoperasikan tur, menandatangani kontrak, atau membuka rekening bank resmi di negara tersebut. Oleh karena itu, mendirikan perusahaan di Thailand Bisnis pariwisata merupakan langkah strategis untuk membantu bisnis melegalkan operasi dan memperluas saluran bisnis berkelanjutan di salah satu pasar pariwisata paling dinamis di Asia Tenggara.

Artikel ini akan membantu Anda memahami proses, ketentuan, biaya, dan insentif saat mendirikan perusahaan perjalanan di Thailand pada tahun 2025, beserta pengalaman praktis sehingga bisnis Vietnam dapat menerapkannya dengan mudah dan paling efektif.

1. Mengapa bisnis Vietnam harus membuka perusahaan perjalanan di Thailand?

Dengan pulihnya industri pariwisata global yang pesat, Thailand telah muncul sebagai salah satu destinasi paling menarik di Asia Tenggara bagi wisatawan dan investor. Dengan lebih dari 26,8 juta pengunjung internasional dan perkiraan pendapatan pariwisata sebesar 38 juta USD Pada tahun 2025, Thailand akan menjadi pusat bisnis pariwisata internasional (The Hub of Tourism in Asia) yang menjadi sasaran pengembangan jangka panjang Pemerintah.

Berikut adalah alasan mengapa bisnis Vietnam harus segera memanfaatkan peluang untuk mendirikan perusahaan perjalanan di Thailand:

Lingkungan investasi terbuka, insentif yang jelas bagi perusahaan asing

Pemerintah Thailand sangat mendorong investasi asing di sektor jasa, terutama pariwisata, perhotelan, transportasi, dan akomodasi. Para pelaku bisnis menikmati:

  • Insentif pajak dan dukungan visa jangka panjang untuk investor.
  • Prosedur hukum yang transparan, pendaftaran online yang cepat.
  • Dukungan dari lembaga regulasi seperti DBD dan DOT membantu bisnis asing dengan mudah mendaftar untuk mendapatkan izin usaha pariwisata.

2. Jenis perusahaan perjalanan yang diizinkan didirikan di Thailand

Ketika berinvestasi di sektor pariwisata di Thailand (agen perjalanan), perusahaan asing dapat memilih salah satu model hukum berikut, tergantung pada tujuan bisnis, skala operasi, dan cakupan hukum yang diinginkan. Setiap model memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri, yang secara langsung memengaruhi kemampuan kepemilikan modal, hak pengelolaan, dan kewajiban perpajakan perusahaan.

2.1 Perusahaan Terbatas Thailand

Ini adalah jenis yang paling populer bagi investor asing ketika mereka ingin membuka perusahaan di Thailand. Perusahaan diperbolehkan untuk menjalankan kegiatan komersial, menyediakan layanan pariwisata, menyelenggarakan tur, dan menandatangani kontrak langsung dengan mitra dan pelanggan.

  • Membutuhkan setidaknya tiga pemegang saham, di mana pihak Thailand harus memegang setidaknya 51% dari modal dasar, kecuali jika memiliki lisensi khusus.
  • Perusahaan harus memiliki alamat kantor yang sah, perwakilan resmi di Thailand, dan sepenuhnya melaksanakan kewajiban perpajakan, akuntansi, dan asuransi sosial.

Ini adalah pilihan ideal bagi bisnis Vietnam yang ingin menjalankan bisnis secara legal dan jangka panjang di Thailand, terutama di bidang pariwisata masuk dan keluar.

3. Syarat Pendirian Perusahaan Perjalanan di Thailand (2025)

Untuk mendirikan dan mengoperasikan perusahaan perjalanan secara legal di Thailand, perusahaan asing perlu memenuhi sejumlah persyaratan hukum dan profesional tertentu. Persyaratan ini ditetapkan untuk memastikan transparansi dan reputasi perusahaan, serta menjaga kualitas layanan pariwisata domestik.

Memiliki mitra atau direktur Thailand

Berdasarkan peraturan yang berlaku, sebagian besar perusahaan asing yang mendaftar untuk beroperasi di Thailand harus memiliki setidaknya satu pemegang saham atau direktur asal Thailand. Peraturan ini bertujuan untuk memastikan pengelolaan domestik dan kemudahan dalam berurusan dengan otoritas Thailand.

Namun, jika perusahaan disetujui oleh Dewan Investasi Thailand (BOI), investor asing dapat memiliki 100% modal dasar, tanpa memerlukan mitra Thailand. Mekanisme preferensial ini diperuntukkan bagi proyek-proyek yang berkontribusi pada pembangunan ekonomi berkelanjutan - pariwisata atau penerapan teknologi tinggi.

4. Lisensi dan sertifikat yang diperlukan untuk perusahaan perjalanan di Thailand

Agar agen perjalanan dapat beroperasi secara legal di Thailand, bisnis tersebut wajib memiliki semua lisensi dan sertifikasi yang diperlukan yang dikeluarkan oleh otoritas pemerintah. Berikut adalah daftar lisensi penting yang perlu Anda ketahui:

1. Izin Usaha Pariwisata

Ini adalah lisensi wajib yang dikeluarkan oleh Departemen Pariwisata (DOT) untuk semua bisnis yang beroperasi di industri pariwisata.

Ada tiga jenis lisensi utama:

  • Lisensi Masuk: Untuk perusahaan yang menyambut tamu internasional ke Thailand.
  • Lisensi Keluar: Untuk perusahaan yang membawa wisatawan Thailand atau asing ke negara lain.
  • Lisensi Domestik: Untuk operator tur di Thailand.

Dokumen aplikasi meliputi: pendaftaran usaha, kontrak sewa kantor, bukti modal minimum, kualifikasi/pengalaman penanggung jawab dan asuransi perjalanan.

5. Prosedur pendirian perusahaan perjalanan di Thailand

Proses pendirian perusahaan perjalanan di Thailand dianggap transparan, cepat, dan dapat dilakukan secara daring melalui lembaga manajemen pemerintah. Namun, untuk mendapatkan izin operasional di bidang pariwisata dan perjalanan, bisnis harus sepenuhnya mematuhi 7 langkah dasar berikut:

Langkah 1: Riset pasar dan penentuan model bisnis

Sebelum melanjutkan prosedur, Anda harus meneliti pasar pariwisata Thailand dengan cermat untuk menentukan segmen yang tepat (pariwisata domestik, wisata inbound, outbound, atau wisata tematik). Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan:

  • Tren pariwisata terkini di Thailand (kesehatan, MICE, pariwisata hijau, dll.).
  • Tingkat persaingan antar perusahaan yang ada.
  • Perilaku dan selera wisatawan internasional dan domestik.
  • Peluang kerjasama dengan hotel, maskapai penerbangan, agen lokal.

Memahami pasar membantu bisnis memilih arah operasi yang tepat dan memudahkan pengajuan lisensi di kemudian hari.

Langkah 2: Beri nama dan daftarkan bisnis Anda dengan DBD

Perusahaan perlu memilih nama perusahaan dalam bahasa Inggris atau Thailand, dan memastikan nama tersebut tidak diduplikasi atau melanggar peraturan merek dagang. Kemudian, lanjutkan dengan memesan nama perusahaan di Departemen Pengembangan Bisnis (DBD).

Setelah nama disetujui, bisnis mengajukan aplikasi pendaftaran termasuk:

  • Formulir pendaftaran perusahaan.
  • Anggaran Dasar.
  • Daftar pemegang saham dan persentase kepemilikan.
  • Informasi direktur, perwakilan hukum.
  • Alamat kantor yang valid di Thailand.

Waktu pemrosesan aplikasi biasanya memakan waktu 3-5 hari kerja, setelah itu bisnis akan menerima Sertifikat Pendirian Perusahaan.

Langkah 3: Mengadakan kongres pendirian dan melengkapi dokumen hukum

Setelah mendapat persetujuan DBD, perusahaan perlu menyelenggarakan Rapat Statuta untuk menyetujui:

  • Piagam perusahaan, rasio kontribusi modal, hak-hak pemegang saham;
  • Pengangkatan direktur, perwakilan hukum;
  • Persetujuan Nota Kesepahaman (MoU).

GLA dapat membantu bisnis dalam menyusun MOA, risalah rapat, dan melengkapi dokumen untuk diserahkan ke DBD dalam waktu 3 bulan sejak tanggal rapat pendirian.

Langkah 4: Buka rekening bank perusahaan di Thailand

Bisnis perlu membuka rekening bank perusahaan untuk melakukan transaksi keuangan dan menunjukkan kapasitas modal.

Dokumen pembukaan rekening biasanya meliputi:

  • Sertifikat Pendaftaran Usaha dari DBD.
  • Paspor atau kartu identitas direktur.
  • Piagam perusahaan dan resolusi dewan.
  • Bukti alamat kantor pusat di Thailand.

Banyak bank besar seperti Bangkok Bank, SCB, dll. menyediakan layanan untuk mendukung bisnis asing dalam membuka rekening dengan proses yang fleksibel dan dukungan bahasa Inggris.

Langkah 5: Daftar untuk kode pajak dan PPN

Setelah menyelesaikan prosedur hukum, bisnis perlu mendaftarkan kode pajak (NPWP) ke Departemen Pendapatan untuk membayar pajak penghasilan badan.

Jika pendapatan yang diharapkan melebihi 1,8 juta Baht/tahun, perusahaan perjalanan Thailand harus mendaftar pajak pertambahan nilai (PPN).

Selain itu, GLA akan mendukung bisnis dalam mendaftarkan asuransi sosial bagi karyawan (termasuk warga negara Thailand dan asing) dalam waktu 30 hari sejak tanggal pertama perekrutan.

Pendaftaran pajak membantu perusahaan Thailand melegalkan kegiatan bisnis mereka dan menghindari risiko selama audit atau inspeksi di masa mendatang.

Langkah 6: Mendaftar Izin Usaha Pariwisata

Ini adalah langkah terpenting bagi suatu bisnis untuk mendapatkan izin operasional layanan wisata paket. Permohonan izin diajukan kepada Dinas Pariwisata (DOT), termasuk:

  • Sertifikat Pendaftaran Usaha (DBD).
  • Kontrak sewa kantor dan gambar kantor pusat.
  • Bukti modal investasi.
  • Resume direktur, sertifikasi atau pengalaman industri pariwisata.
  • Asuransi Bisnis Pariwisata.

Waktu pemrosesan biasanya 10-15 hari kerja. Setelah mendapatkan izin, bisnis dapat mempromosikan, menyelenggarakan tur, dan bekerja sama dengan agen perjalanan domestik dan asing.

Langkah 7: Ajukan visa/izin kerja

Jika perusahaan memiliki direktur atau karyawan asing, perusahaan perlu:

  • Ajukan permohonan visa bisnis Non-B di Kedutaan Besar Thailand atau Departemen Imigrasi.
  • Kemudian, perusahaan perlu mengajukan Izin Kerja di Kementerian Tenaga Kerja Thailand.

Perusahaan Thailand harus membuktikan bahwa mereka memiliki setidaknya 2–4 ​​pekerja Thailand untuk setiap izin kerja yang dikeluarkan untuk warga negara asing. Hal ini merupakan persyaratan wajib untuk memastikan kesempatan kerja bagi pekerja lokal.

Langkah 8: Menyelesaikan akuntansi dan deklarasi pajak berkala

Setelah perusahaan mulai beroperasi, badan usaha harus melaksanakan kewajibannya sepenuhnya. Akuntansi dan Pajak Thailand, termasuk:

  • Deklarasi PPN bulanan.
  • Laporan pajak penghasilan badan tahunan.
  • Menyerahkan laporan keuangan ke DBD dan Departemen Pendapatan.
  • Mendaftarkan dan membayar asuransi sosial bagi karyawan.

Menjaga kepatuhan akuntansi dan pajak secara teratur membantu bisnis melindungi reputasi mereka, menghindari denda administratif, dan memastikan kelayakan untuk pembaruan lisensi pariwisata tahunan.

7. Kewajiban bisnis setelah mendirikan perusahaan perjalanan di Thailand

Setelah menyelesaikan proses pendaftaran dan resmi beroperasi, bisnis pariwisata di Thailand harus sepenuhnya mematuhi kewajiban hukum, perpajakan, dan manajemen operasional sebagaimana ditetapkan oleh otoritas terkait. Berikut adalah persyaratan penting yang perlu Anda perhatikan:

Menyerahkan laporan keuangan tahunan

Setiap tahun, perusahaan harus menyerahkan laporan keuangan yang telah diaudit kepada Departemen Pengembangan Bisnis (DBD) dan Departemen Pendapatan Thailand. 

Laporan harus menunjukkan pendapatan, pengeluaran, laba, dan kewajiban pajak dengan jelas.

Batas waktu penyerahan biasanya dalam waktu 5 bulan sejak akhir tahun fiskal.

Catatan: Otoritas Thailand secara ketat mengontrol bisnis pariwisata dengan investasi asing. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap kewajiban hukum dan pencatatan keuangan yang teratur bukan hanya prasyarat bagi kestabilan operasional perusahaan pariwisata Thailand, tetapi juga prasyarat untuk menjaga reputasi dan memperbarui izin pariwisata jangka panjang.

8. Bagaimana GLA mendukung bisnis dalam mendirikan bisnis pariwisata di Thailand? 

GLA menyediakan konsultasi dan dukungan dengan solusi lengkap untuk membantu bisnis dengan mudah mendirikan dan mengoperasikan perusahaan perjalanan di Thailand dari tahap hukum awal hingga implementasi aktual.

  • Konsultasi tentang strategi investasi & jenis yang sesuai: Menganalisis model bisnis, skala dan tujuan untuk memilih jenis perusahaan (Thai Limited, BOI, Cabang, dll.) yang cocok untuk perusahaan Vietnam.
  • Dukungan dalam menyiapkan dan menyerahkan dokumen pendaftaran perusahaan: Menyusun piagam, daftar pemegang saham, dokumen hukum dan bekerja langsung dengan Departemen Pengembangan Bisnis (DBD). 
  • Konsultasi Pendaftaran Lisensi Pariwisata: Petunjuk lengkap tentang proses, persyaratan modal, dan dokumen yang harus diserahkan ke Departemen Pariwisata (DOT).
  • Dukungan untuk pembukaan rekening bank perusahaan di Thailand: Konsultasi tentang pemilihan bank, menyiapkan dokumen dan mendampingi selama sesi kerja dengan bank.
  • Daftarkan kode pajak & PPN, siapkan sistem akuntansi awal: Pastikan bisnis sepenuhnya mematuhi kewajiban pajak sejak tahap awal.
  • Konsultasi Visa dan Izin Kerja untuk direktur dan karyawan asing.
  • Dukungan untuk menyewa alamat kantor yang sah & layanan perwakilan hukum di Thailand.
  • Pendampingan setelah mendirikan perusahaan Thailand: Dukungan dengan pelaporan berkala, pembaruan lisensi, dan konsultasi kepatuhan hukum saat bisnis mulai beroperasi.

9. Pertanyaan yang sering diajukan tentang pendirian bisnis pariwisata di Thailand 

9.1 Berapa modal dasar minimum untuk membuka perusahaan perjalanan di Thailand?

Hukum Thailand tidak menetapkan jumlah modal wajib untuk semua jenis bisnis, tetapi jika bisnis tersebut dianggap “asing” berdasarkan FBA atau proyek tersebut memerlukan perizinan khusus, biasanya diperlukan modal minimum sebesar 2 juta baht atau 3 juta baht, tergantung pada industrinya. 

Selain itu, untuk mengajukan lisensi atau insentif BOI tertentu, modal yang dibutuhkan mungkin berbeda. 

GLA akan menganalisis model operasi Anda dan memberi saran tentang tingkat modal yang tepat, serta menyiapkan dokumen untuk membuktikan sumber modal bila diperlukan.

Bandingkan dengan cepat

Pajak penghasilan badan
Keuntungan kena pajak
USD
bangsa
Quốc giaLợi nhuận chịu thuế
Singapore
Hong Kong
The U.S.

Rekomendasi dari para ahli

Jika Anda ingin mengembangkan bisnis Anda secara internasional, Singapura patut menjadi pilihan utama bagi dunia usaha untuk mendirikan perusahaan di luar negeri.

Rekomendasi dari para ahli
Daftar isi artikel Indeks
Sesuaikan ukuran font Ukuran huruf
Hubungi ahlinya
Buletin eksklusif Monopoli
MENU