Perpajakan atas Penghasilan yang Bersumber dari Luar Negeri di Singapura (2026)
Konten artikel
- 1. Apa yang dimaksud dengan pendapatan yang bersumber dari luar negeri di Singapura?
- 2. Jenis pendapatan yang bersumber dari luar negeri di Singapura
- 3. Cara menentukan pendapatan asing yang diterima di Singapura
- 4. Kasus pendapatan luar negeri yang dikenakan pajak di Singapura
- 5. Program Pembebasan Pajak Penghasilan Sumber Asing (FSIE)
- 6. Proses pendaftaran dan prosedur administrasi
- 7. Bagaimana GLA mendukung bisnis Singapura dalam melaporkan pajak penghasilan yang bersumber dari luar negeri?
- 8. Pertanyaan yang sering diajukan tentang tarif pajak atas pendapatan yang bersumber dari luar negeri di Singapura
🎧 Dengarkan artikel ini
Dalam konteks globalisasi, banyak bisnis di Singapura memiliki sumber pendapatan asing dan tertarik pada optimalisasi pajak. Program Pembebasan Pajak Penghasilan Sumber Asing membantu bisnis yang sah mengurangi beban pajak mereka dan menghindari pajak berganda. Artikel ini akan memberikan informasi terperinci tentang peraturan dan ketentuan yang berlaku terhadap pendapatan yang bersumber dari luar negeri di Singapura dari Perusahaan.
1. Apa yang dimaksud dengan pendapatan yang bersumber dari luar negeri di Singapura?
Pajak penghasilan bersumber luar negeri adalah pajak yang dikenakan atas penghasilan yang diperoleh dari luar Singapura tetapi diterima oleh individu atau bisnis yang merupakan penduduk pajak di Singapura. Sebagai aturan umum, pendapatan yang bersumber dari luar negeri biasanya dikenakan pajak di negara tempat pendapatan tersebut diperoleh sebelum dikirim ke Singapura.
Namun, untuk mendorong investasi dan mempertahankan statusnya sebagai pusat keuangan global, Singapura telah memperkenalkan Skema Pengecualian Pendapatan Bersumber Asing (“FSIE”), yang membantu bisnis dan individu yang memenuhi syarat terhindar dari pajak berganda.
2. Jenis pendapatan yang bersumber dari luar negeri di Singapura
Menurut Otoritas Pendapatan Singapura (Otoritas Pendapatan Dalam Negeri Singapura (“IRAS”)), jenis pendapatan asing yang umum termasuk:
- Keuntungan dari bisnis atau perdagangan yang dilakukan di luar Singapura.
- Dividen Sumber Luar Negeri: apabila penerimanya adalah perusahaan atau individu yang berdomisili di Singapura.
- Pendapatan Layanan Bersumber Luar Negeri: Sebuah firma konsultan di Singapura menyediakan layanan kepada klien di AS dan menerima pembayaran dari sana.
- Bunga Sumber Luar Negeri: Bunga yang diperoleh dari pinjaman atau investasi di negara asing.
- Pendapatan Perwalian dan Sewa yang Bersumber dari Luar Negeri: Seorang individu atau bisnis di Singapura memiliki real estat di Australia dan memperoleh pendapatan sewa.
3. Cara menentukan pendapatan asing yang diterima di Singapura
Pendapatan yang bersumber dari luar negeri dianggap diterima di Singapura jika memenuhi salah satu kondisi berikut:
- Remitansi ke Singapura: Setiap pendapatan dari luar negeri yang dikirimkan, disetorkan, atau dibawa ke Singapura dalam bentuk apa pun.
- Digunakan untuk membayar utang atau pengeluaran di Singapura: Jika pendapatan luar negeri digunakan untuk membayar utang, pengeluaran, atau kewajiban keuangan apa pun di Singapura, pendapatan tersebut akan dianggap diterima di negara ini.
- Digunakan untuk membeli aset bergerak yang dibawa ke Singapura: Ketika pendapatan asing digunakan untuk membeli aset bergerak (seperti mesin, peralatan, kendaraan) dan aset tersebut kemudian dibawa ke Singapura.
4. Kasus pendapatan luar negeri yang dikenakan pajak di Singapura
Sebagai individu atau bisnis dengan aktivitas terkait Singapura, Anda mungkin diharuskan membayar pajak atas pendapatan tertentu yang diperoleh di luar negeri. Berikut ini adalah kasus pendapatan luar negeri yang harus Anda bayar pajak di Singapura:
- Menerima penghasilan melalui mitra bisnis Singapura: Jika Anda menerima penghasilan dari luar negeri melalui kemitraan yang berpusat di Singapura, penghasilan ini akan dikenakan pajak di Singapura.
- Penghasilan dari pekerjaan di luar negeri tetapi terkait dengan pekerjaan di Singapura: Jika Anda bekerja di Singapura dan pekerjaan Anda mengharuskan Anda bepergian atau bekerja di luar negeri, penghasilan dari pekerjaan tersebut mungkin masih dikenakan pajak di Singapura.
- Menjalankan bisnis atau aktivitas komersial di Singapura dan melakukan transaksi terkait di luar negeri: Jika Anda memiliki bisnis atau aktivitas komersial di Singapura dan melakukan transaksi bisnis terkait di luar negeri, pendapatan dari transaksi tersebut mungkin dikenakan pajak.
- Bekerja di Singapura untuk perusahaan asing: Jika Anda bekerja di Singapura tetapi perusahaan yang mempekerjakan Anda adalah perusahaan asing, penghasilan Anda dari pekerjaan ini mungkin dikenakan pajak di Singapura.
- Bekerja di luar negeri atas penugasan Pemerintah Singapura: Jika Anda ditugaskan bekerja di luar negeri atas nama Pemerintah Singapura, pendapatan dari pekerjaan ini mungkin masih dikenakan pajak di Singapura.
Memahami peraturan perpajakan atas pendapatan asing membantu Anda menghindari pelanggaran kewajiban pajak dan memiliki perencanaan keuangan yang tepat saat bekerja atau berbisnis di Singapura.
5. Program Pembebasan Pajak Penghasilan Sumber Asing (FSIE)
Skema Pembebasan Pajak Penghasilan Sumber Asing (FSIE) dilaksanakan oleh pemerintah Singapura untuk menciptakan lingkungan yang menguntungkan bagi bisnis yang beroperasi secara global. Skema ini membantu perusahaan dan individu yang menjadi penduduk pajak di Singapura menghindari pajak berganda atas penghasilan yang diperoleh dari luar negeri. Hal ini meningkatkan daya saing Singapura sebagai pusat keuangan internasional dan menarik investasi asing.
Hanya badan usaha dan perorangan yang memenuhi tiga syarat berikut yang dikecualikan dari pajak:
- Kondisi “Kena Pajak”: Pendapatan telah dikenakan pajak di negara sumber.
- Syarat “Tarif pajak luar negeri minimum 15%”.
- Kondisi “Pembebasan Pajak yang Menguntungkan”: Pembebasan pajak harus menguntungkan bagi bisnis/individu yang berdomisili di Singapura.
6. Proses pendaftaran dan prosedur administrasi
Untuk memenuhi syarat program Pembebasan Pajak Penghasilan Bersumber Asing (FSIE), bisnis dan individu perlu mengambil langkah-langkah berikut:
Menyatakan pendapatan dalam pengembalian pajak
Wajib pajak harus menyatakan dengan jelas sifat dan sumber penghasilan luar negeri dan memastikan bahwa penghasilan tersebut memenuhi ketentuan pengecualian pajak sebagaimana ditentukan oleh IRAS.
Menyimpan catatan dan dokumen pendukung
Meskipun tidak perlu diserahkan secara langsung saat mengajukan pajak, bisnis dan individu harus menyimpan dokumen seperti tanda terima pengiriman uang, laporan keuangan, dan sertifikat pajak yang dibayarkan di luar negeri untuk ditunjukkan jika diminta oleh IRAS.
Bukti pemenuhan syarat “kena pajak”
Jika pendapatan luar negeri dibebaskan dari pajak di negara sumber karena kegiatan bisnis yang besar, perusahaan perlu memberikan sertifikat insentif pajak atau surat konfirmasi dari otoritas pajak luar negeri.
Verifikasi tarif pajak asing
Wajib pajak perlu menunjukkan bahwa negara sumber memiliki tarif pajak perusahaan minimum sebesar 15% agar memenuhi syarat pembebasan pajak di Singapura.
Kirim laporan dan bekerja sama dengan IRAS
Jika IRAS meminta informasi lebih lanjut, bisnis dan individu perlu memberikan dokumentasi tambahan atau mengklarifikasi rincian terkait pendapatan luar negeri yang diterima.
7. Bagaimana GLA mendukung bisnis Singapura dalam melaporkan pajak penghasilan yang bersumber dari luar negeri?
GLA memberikan saran dan dukungan komprehensif kepada bisnis Singapura dalam mendeklarasikan pajak penghasilan bersumber luar negeri, termasuk:
- Memandu bisnis mengenai ketentuan pengecualian pajak berdasarkan FSIE dan peraturan terkait dari Otoritas Pendapatan Dalam Negeri Singapura (IRAS).
- Menilai apakah pendapatan memenuhi syarat untuk pembebasan pajak FSIE, berdasarkan kriteria seperti tarif pajak di negara sumber dan sifat pendapatan.
- Mendukung bisnis dalam mengumpulkan dokumen, laporan keuangan, dan sertifikat pajak yang dibayarkan di luar negeri untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan IRAS.
- Mendukung dan melaksanakan langkah-langkah untuk mendeklarasikan pendapatan asing dalam deklarasi pajak perusahaan, memastikan informasi yang lengkap dan akurat.
- Perwakilan bisnis menyerahkan pengembalian pajak ke Internal Revenue Service Singapura (IRAS).
- Membantu audit dan memberikan klarifikasi kepada IRAS jika IRAS meminta informasi lebih lanjut atau mengaudit catatan pajak.
Dengan pengalaman dan pemahaman mendalam tentang sistem perpajakan di Singapura, GLA membantu bisnis mengoptimalkan kewajiban pajak dan mematuhi peraturan hukum.
8. Pertanyaan yang sering diajukan tentang tarif pajak atas pendapatan yang bersumber dari luar negeri di Singapura
Berapa tarif pajak atas pendapatan yang bersumber dari luar negeri di Singapura?
Pajak Penghasilan Perusahaan di Singapura arusnya 17%. Namun, jika pendapatan yang bersumber dari luar negeri memenuhi ketentuan pengecualian pajak berdasarkan program FSIE, bisnis tersebut mungkin tidak perlu membayar pajak.
Apakah bisnis perlu membuktikan bahwa mereka telah membayar pajak di luar negeri agar dibebaskan dari pajak?
Ya, bisnis perlu menunjukkan bahwa pendapatannya dikenakan pajak di negara sumber atau memiliki tarif pajak minimum 15% agar memenuhi syarat pengecualian pajak.
Apakah individu harus membayar pajak atas pendapatan yang bersumber dari luar negeri?
Sejak 1 Januari 1, pendapatan luar negeri seseorang secara umum dibebaskan dari pajak, kecuali pendapatan tersebut diterima melalui kemitraan di Singapura.
Apakah pendapatan luar negeri dikenakan pajak jika tidak disetorkan ke Singapura?
Jika pendapatan tersebut tetap berada di luar negeri dan belum dikirim ke Singapura, pendapatan tersebut tidak dikenakan pajak, kecuali ada ketentuan khusus.
- Skema Pengecualian Pendapatan Sumber Asing (FSIE) membantu bisnis di Singapura menghindari pajak berganda dan mengoptimalkan biaya pajak.
- Agar memenuhi syarat pembebasan pajak, pendapatan harus memenuhi tiga syarat utama: pendapatan tersebut harus dikenakan pajak di luar negeri, pendapatan tersebut harus memiliki tarif pajak minimum 15%, dan pembebasan pajak tersebut harus menguntungkan bisnis.
- Bisnis perlu menyimpan dokumen yang membuktikan sumber pendapatan dan jumlah pajak yang dibayarkan untuk mematuhi peraturan IRAS.
- Jika pendapatan luar negeri belum disetorkan ke Singapura, bisnis tersebut tidak perlu melaporkan atau membayar pajak di Singapura.
Artikel ini diterbitkan oleh GLA pada 10 Agustus 09. Hak cipta dan konten yang menyertainya adalah kekayaan intelektual GLA. Semua hak dilindungi undang-undang.
Panduan dan isinya hanya untuk informasi umum dan tidak dimaksudkan untuk memberikan panduan dan nasihat khusus mengenai akuntansi, perpajakan, hukum, atau nasihat profesional lainnya. Pembaca harus berkonsultasi dengan penasihat profesional mengenai isu-isu tertentu.